Analgesik

Rabu, 07 Desember 2011 |

Obat Penurun Demam (Antipiretik)

Hal yang harus diperhatikan
1. Obat penurun demam hanya mengurangi gejala penyakit, tidak mengobati penyakit.
2. Segera bawa ke dokter atau unit pelayanan kesehatan bila:
a. Demam berlanjut lebih dari dua hari
b. Disertai gejala lain menggigil, bintik-bintik merah pada kulit, kejang, pingsan, nyeri hebat, dan diare
c. Setelah melahirkan atau keguguran
d. Obat demam digunakan bila demam tidak dapat diatasi

Demam dan penyebab demam
Demam adalah gejala penyakit dimana suhu tubuh lebih tinggi dari 37 derajat Celsius. Kenaikan suhu 38 derajat Celsius pada anak di bawah 5 tahun dapat menimbulkan febrile-konvulsi.
Penyebab demam:
1. Interaksi kuman, parasit atau mikroorganisme lain
2. Non-infeksi, tirotoksitosis, dehidrasi, alergi, stress, trauma, kanker, dan lain-lain


Jika berminat klik di sini

Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/2138866-obat-penurun-demam-antipiretik/#ixzz1hAi7D9ys

Supranal tablet

Sabtu, 03 Desember 2011 |

SUPRANAL
Tablet


Komposisi:
Tiap tablet mengandung:
Metampiron 500 mg
Tiamina mononitrat 50 mg
Kofeina 15 mg

Farmakologi:
Metampiron adalah suatu derivat Pirazolon yang mempunyai efek analgetika-antipiretika yang kuat.
Dengan penambahan Tiamina mononitrat, efek analgetiknya diperkuat lagi.
Khusus untuk menghilangkan rasa nyeri yang berhubungan neuritis.
Kofeina memberikan efek menghilangkan rasa lelah, sehingga aktifitas sehari-hari penderita tidak terganggu.

Indikasi:
Berbagai jenis sakit kepala
Kontraindikasi:
  • Reaksi hipersensitif terhadap turunan Pirazolon.
  • Bayi 3 bulan pertama atau dengan berat badan di bawah 5 kg.
  • Wanita hamil, terutama 3 bulan pertama dan 6 minggu terakhir.
  • Penderita glaukoma sudut sempit.

Dosis:
Dewasa : 1 tablet, 2-3 kali sehari.
Atau menurut petunjuk dokter.

Peringatan dan perhatian:
  • Hati-hati pada penderita yang pernah mengalami kelainan/gangguan pembentukan darah.
  • Walaupun jarang menimbulkan agranulositosis, tetapi penggunaan jangka panjang terus menerus dapat berakibat fatal.
  • Hati-hati bila diberikan pada penderita dengan gangguan hati.

Efek samping:
Pada pemakaian yang teratur dan untuk jangka waktu yang lama, penggunaan obat-obat yang mengandung Metampiron kadang-kadang dapat menimbulkan kasus agranulositosis.
Untuk mendeteksi hal tersebut, selama penggunaan obat ini perlu dilakukan uji darah secara teratur.
Jika gejala tersebut timbul, penggunaan obat ini harus segera dihentikan.
Efek samping lain yang mungkin terjadi adalah methemoglobinemia, erupsi kulit, seperti pada kasus eritematous disekitar mulut, hidung dan alat kelamin.
Reaksi hipersensitif reaksi pada kulit.

Kemasan dan Nomor Registrasi:
SUPRANAL tablet : Kotak @ 15 x 10 tablet, DKL7205002410A1


HARUS DENGAN RESEP DOKTER.

SIMPANLAH DI TEMPAT KERING DAN SEJUK,
TERLINDUNG DARI CAHAYA.





Dibuat oleh:
PT DEXA MEDICA
Jl. Bambang Utoyo 138
Palembang - Indonesia

Jika berminat klik di sini

|














Piroxicam
Indikasi
Terapi simptomatik rematoid artritis, osteoartritis, ankilosing spondilitis, gangguan muskuloskeletal akut dan gout akut.

Kontra Indikasi:
Penderita yang hipersensitif terhadap piroksikam dan penderita yang mengalami urtikaria, angioderma, bronkospasme, rinitis berat dan syok akibat Antiinflamasi Nonsteroid Agent.

Komposisi:
Tiap kapsul mengandung 10 mg piroksikam.
Tiap kapsul mengandung 20 mg piroksikam.

Cara Kerja Obat:
Piroksikam adalah obat antiinflamasi non steroid yang mempunyai aktifitas antiinflamasi, analgetik - antipiretik.
Aktifitas kerja piroksikam belum sepenuhnya diketahui, diperkirakan melalui interaksi beberapa tahap respons imun dan inflamasi, antara lain: penghambat enzim siklo-oksigenase pada biosintesa prostaglanin, penghambat pengumpulan netrofil dalam pembuluh darah, serta penghambat migrasi polimorfonuklear (PMN) dan monosit ke daerah inflamasi.

Dosis:
Dewasa: Rematoid artritis, osteoartritis, ankilosing spondilitis, dosis awal 20 mg dalam dosis tunggal.
Gout akut, 40 mg sehari dalam dosis tunggal selama 4 - 6 hari.
Gangguan muskuloskeletal akut, 40 mg sehari dalam dosis tunggal selama 2 hari, selanjutnya 20 mg sehari dalam dosis tunggal selama 7 - 14 hari.
Dosis untuk anak belum diketahui.

Peringatan dan Perhatian:
Tidak dianjurkan pemberian pada wanita hamil dan menyusui. Hati-hati pemberian pada gangguan pencernaan, jantung, hipertensi dan keadaan predesposisi retensi air, ginjal dan hati.
Kemanan penggunaan untuk anak-anak belum diketahui dengan pasti.

Efek Samping:
Keluhan gastrointestinal, misalnya anoreksia, nyeri perut, konstipasi, diare, flatulen, mual, muntah, perforasi, tukak lambung dan duodenum.
gangguan hematologik seperti trombositopenia, depresi sumsum tulang.
Gangguan kulit: eritema, dermatitis eksfoliatif, sindroma Stevens-Johnson.
Gangguan Saraf pusat: sakit kepala, pusing, depresi, insomnia, gugup.
Efek samping lain seperti hiperkalemia, sindroma nefrotuk, nyeri, demam, penglihatan kabur, hipertensi dan reaksi hipersensitif.

Interaksi Obat:
Pemberian piroksikam bersama antikoagulan oral, sulfonil urea atau salisilat harus hati-hati dan dipantau.
Asetosal dan piroksikam tidak boleh diberikan secara bersama-sama.
Piroksikam dilaporkan dapat meningkatkan kadar litium dalam darah.

Cara Penyimpanan:
Simpan ditempat sejuk dan kering.

Jenis: Tablet

Produsen: PT Indofarma



ASCARDIA 160 Mg

|

ASCARDIA 160 Mg


e-mail: info@farmasiku.com
Fax: 0351-495498

KOMPOSISI :



ASCARDIA* Enteric Coated 80


Tiap tablet salut enterik mengandung 80 mg asam asetil salisilat (asetosal)


ASCARDIA® Enteric Coated 160

Tiap  tablet   salut   enterik   mengandung   160   mg   asam   asetil   salisilat
(asetosal)


TINJAUAN UMUM :

ASCARDIA8 Enteric Coated terdiri dari tablet inti yang mengandung asetosal dan bahan penyalut yang tahan terhadap asam lambung. Produk ini dirancang untuk tidak melepaskan zat aktifnya di lambung, melainkan segera melepaskannya di duodenum. Sifat ini bermanfaat untuk melindungi lambung dari iritasi oieh asetosai.


FARMAKOLOGI :

Asetosal merupakan zat berkhasiat yang berfungsi mencegah adhesi dan agregasi platelet, dengan cara menghambat enzim siklooksigenase yang berfungsi membentuk tromboksan A2 dan prostasiklin. Tromboksan A2 merupakan suatu vasokonstriktor yang akan menginduksi pelepasan granul-granul intraseluier, sehingga berakibat agregasi platelet. Prostasiklin merupakan vasodilator yang akan menghambat agregasi platelet. Pada keadaan normal diperlukan keseimbangan antara tromboksan A2 dan prostasiklin. Pada pembuluh darah yang sehat, platelet yang bersirkulasi tidak akan mengalami adhesi dengan pembuluh darah. Tetapi adanya kerusakan pada sel endotel akan menyebabkan agregasi platelet dan membentuk trombus, atau terjadi adhesi platelet dengan pembuluh darah. Keadaan tersebut menyebabkan gangguan aliran darah dan terjadi iskemia. yang merupakan patogenesis MCi (Myocard infarct) dan TIA (Transient Ischemic Attack)


INDIKASI :

Mengurangi  resiko  kematian  dan  atau  serangan   MCI   pada   penderita dengan riwayat infark atau angina pektoris yang tidak stabil. Mengurangi resiko serangan ulang TIA atau  stroke  pada  pria dengan riwayat iskemia otak sementara akibat emboli fibrin platelet.


Catatan :

Untuk menjaga  keutuhan dan manfaat salut enteriknya, Ascardia® tidak
disarankan untuk dibelah,dikunyah,dihancurkan atau diracik sebelum
ditelan.


KONTRA INDIKASI :


Tukak lambung aktif, hemofflia dan gangguan perdarahan lainnya,serta hipersensitivitas.


INTERAKSI OBAT :


Pemberian    bersama    asetosal    dan    warfarin    dapat    menyebabkan perdarahan saluran cerna dan kadang-kadang perdarahan intraserebral.


EFEK SAMPING :


Reaksi gastrointestinal:

Dosis   1000  mg/hari   asetosal   konvensional   dapat   menyebabkan   nyeri lambung, rasa terbakar, mual dan muntah. Efek samping tersebut dapat
dikurangi dengan sediaan enteric coated ini.


Perdarahan saluran cerna:


Merupakan akibat efek asetosal pada mukosa lambung, disfungsi platelet dan kerentanan individu, misal: penderita ulkus peptikum.

Hipoprotrombinemia :

Merupakan akibat pengunaan asetosal dosis besar selama beberapa hari.
Hal ini dapat diperbaiki dengan pemberian Vitamin K.


Hipersensitivitas :


Spasme bronkus, urtikaria dan angioedema.


PERINGATAN DAN PERHATIAN :

Asetosal dapat menyebabkan sindroma Reye, sehingga sebaiknya tidak diberikan pada anak-anak dengan panastinggi, terutama pada influenza dan varicella, kecuali alas anjuran dokter.
Hentikan pengobatan bila terjadi tinitus, gangguan pendengaran atau pusing.
Jika terjadi gangguan lambung yang menetap atau terjadi keracunan (overdosis), segera hubungi dokter.
Penggunaan untuk wanita hamil dan menyusui, konsultasikan dulu dengan dokter.
Penggunaan bersama asetosal dengan antasida yang dapat terabsorbsi akan meningkatkan klirens asetosal.
Penggunaan bersama asetosal dengan antasida yang tidak dapat terabsorbsi dapat mengganggu absorbs! asetosal.
Sebaiknya asetosal tidak diberikan pada penderita dengan kerusakan hati berat. hipoprotrombinemia atau defisiensi Vitamin K.
Jauhkan dari jangkauan anak-anak

KEMASAN

Ascardia® Enteric Coated 80                            
Dus 10 strip @ 10 tablet                                  
No. Reg. DKL 9321613715A1
        
Ascardia® Enteric Coated 160
Dus 10 strip @ 10 tablet                              
No Reg. DKL 9321613715B1



HARUS DENGAN RESEP DOKTER 


Simpan di tempat sejuk dan kering



Jika berminat klik di sini

PRORIS - obat penurun panas

|

PRORIS - OBAT PENURUN PANAS

Demam adalah kondisi peningkatan suhu tubuh menjadi lebih tinggi dari suhu tubuh normal (± 37,50 C). Sebagian besar demam disebabkan oleh infeksi. Penanganan demam dapat dilakukan secara fisik, dengan pemberian obat-obatan atau kombinasi keduanya.
Demam atau nyeri sebenarnya berawal dari kerusakan sel yang menyebabkan pengeluaran asam arakhidonat. Dengan adanya enzim siklooksigenase asam arakhidonat akan diubah menjadi prostaglandin sehingga timbul demam dan nyeri.

KOMPOSISI
Proris Suspensi memiliki dua varian :
·        Proris Suspensi, mengandung Ibuprofen 100 mg / sendok teh (5ml), rasa jeruk
·        Proris Suspensi Forte , mengandung Ibuprofen 200 mg / sendok teh (5ml), rasa strawberry

INDIKASI / KEGUNAAN
·        Menurunkan demam pada anak-anak
·        Meringankan nyeri ringan sampai sedang seperti nyeri sakit gigi atau pada pencabutan gigi, nyeri setelah operasi ringan, sakit kepala, nyeri ringan sampai sedang pada rematik tulang dan sendi, nyeri terkilir.

DOSIS
1.   Proris Suspensi Forte
    1 – 2 tahun : 3 – 4 kali/hari @ ¼ sendok takar (50 mg)
    3 – 7 tahun : 3 – 4 kali/hari @ ½ sendok takar (100 mg)
    8 – 12 tahun : 3 – 4 kali/hari @ 1 sendok takar (200 mg)
    2.   Proris Suspensi
    ·        Dewasa, untuk meringankan nyeri : 3 – 4 kali / hari @ 2 sendok takar (200 mg)
    ·       Anak-anak, untuk menurunkan demam dan meringankan nyeri. Dosis yang direkomendasikan 20 mg/ kg berat badan/ hari dalam dosis terbagi :
    1 – 2 tahun : 3 – 4 kali/hari @ ½ sendok takar (50 mg)
    3 – 7 tahun : 3 – 4 kali/hari @ 1 sendok takar (100 mg)
    8 – 12 tahun : 3 – 4 kali/hari @ 2 sendok takar (200 mg)

    PERINGATAN & PERHATIAN
    ·        Tidak direkomendasikan untuk anak umur < 1 tahun, kecuali atas rekomendasi dokter.
    ·        Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
    ·        Perlu konsultasi dokter sebelum pengobatan jika menderita:
    ·        Gangguan pada fungsi ginjal
    ·        Penderita dengan gagal jantung, hipertensi, dan penyakit lain yang mengakibatkan retensi cairan tubuh.
    ·        Penderita yang memiliki gangguan darah
    ·        Penderita asma
    ·        Penderita Lupus Eritematosus sistemik
    ·        Tidak boleh diberikan bersama-sama dengan asetosal, Ibuprofen dan antikoagulan
    ·        Bila setelah 5 hari pemberian nyeri tidak hilang, segera hubungi dokter.

    EFEK SAMPING
    Walaupun jarang terjadi, tetapi dapat menimbulkan efek samping seperti gangguan pada saluran pencernaan termasuk mual, muntah, diare, konstipasi, nyeri lambung. Pernah dilaporkan terjadi ruam kulit, penyempitan bronkus, trombositopenia, limfopenia. Bisa terjadi penurunan ketajaman penglihatan dan kesulitan membedakan warna tapi sangat jarang terjadi dan akan sembuh bila obat dihentikan.
    KONTRAINDIKASI
    ·        Anak atau orang dewasa yang mempunyai sejarah penyakit tukak peptik/maag yang berat dan aktif
    ·        Penderita yang hipersensitif terhadap ibuprofen atau antiinflamasi non steroid yang lain seperti aspirin dll
    ·        Ibu hamil dan wanita menyusui

    INTERAKSI OBAT
    ·        Hindari pemberian bersamaan dengan antikoagulan, antitrombotik dan obat-obatan AINS lain.
    ·        Hindari pemberian bersamaan dengan ACE (Angiotensin Converting Enzyme) inhibitor.
    SEDIAAN & KEMASAN
    ·         Proris Suspensi : botol berisi netto 60 ml. Rasa Jeruk.
          Harga Jual Apotek berkisar antara Rp.18.300,- sampai Rp. 20.700,-
    ·         Proris Suspensi Forte : botol berisi netto 50 ml. Rasa Strawberry.
          Harga Jual Apotek berkisar antara Rp. 22.500,- sampai Rp. 25.400,-


    Jika berminat 
    klik di sini

    mefinal - obat paten asam mefenamat

    Jumat, 02 Desember 2011 |

    Mefinal
    Kapsul, Kaplet Salut Film
    (Mefenamic Acid / Asam Mefenamat)
    ArisClinic


    Add Facebook ArisClinic
    arisclinic.dr@gmail.com
    Obat Bermerek : Analspec, Asimat, Benostan, Cetalmic, Corstanal, Datan, Dogesic, Dolos, Dystan, Fargetix, Femisic, Fensik, Gitaramin, Hexalgesic, Lapistan, Licostan, Mectan, Mefast,Mefinal, Mefinter, Mefix, Menin, Molasic, Nichostan, Opistan, Ponalar, Poncofen, Pondex, Ponsamic, Ponstan, Ponstelax, Stanza, Topgesic, Tropistan

    KOMPOSISI / KANDUNGAN
    Tiap Kapsul Mefinal mengandung 250 mg Asam Mefenamat.
    Tiap Kaplet Mefinal mengandung 500 mg Asam Mefenamat.
    FARMAKOLOGI (CARA KERJA OBAT)
    Mefinal mengandung asam mefenamat, yang merupakan kelompok antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang bekerja dengan cara menghambat sintesis prostaglandin dalam jaringan tubuh dengan menghambat enzim siklooksigenase sehingga mempunyai efek analgesik, antiinflamasi dan antipiretik. Mefinal adalah obat yang dapat mengurangi rasa nyeri, mengurangi radang, dan mempunyai efek menurunkan demam.
    INDIKASI / KEGUNAAN
    Indikasi Mefinal adalah untuk meredakan nyeri ringan sampai sedang seperti sakit kepala, sakit gigi, dismenore primer / nyeri saat haid, termasuk nyeri karena trauma, nyeri otot dan nyeri sesudah operasi.
    KONTRAINDIKASI
    Kontraindikasi Mefinal adalah sebagai berikut :
    • Mefinal jangan diberikan pada pasien yang hipersensitif atau alergi terhadap asam mefenamat.
    • Penderita yang dengan aspirin mengalami bronkospasme, rinitis alergi, dan urtikaria.
    • Penderita dengan tukak lambung dan usus.
    • Penderita dengan gangguan ginjal yang berat.
    EFEK SAMPING
    Berikut ini efek samping Mefinal yang dapat terjadi :
    • Gangguan saluran pencernaan seperti mual, muntah, diare dan nyeri abdominal.
    • Gangguan darah / hematologi seperti leukopenia, eosinofilia, trombositopenia, dan agranulositopenia.
    • Gangguan sistem saraf seperti rasa mengantuk, pusing, penglihatan kabur, dan insomnia.
    PERINGATAN DAN PERHATIAN
    • Mefinal sebaiknya diminum sesudah makan.
    • Hati-hati penggunaan mefinal pada wanita hamil, dan ibu menyusui.
    • Keamanan penggunaan Mefinal pada anak-anak di bawah 14 tahun belum diketahui dengan pasti.
    INTERAKSI OBAT
    Penggunaan Mefinal bersamaan dengan obat antikoagulan oral dapat memperpanjang prothrombin time.
    DOSIS DAN ATURAN PAKAI
    Dosis Mefinal pada Dewasa dan anak-anak usia > 14 tahun : Dosis awal 500 mg, kemudian dianjurkan 250 mg tiap 6 jam sesuai dengan kebutuhan.
    KEMASAN
    Mefinal kapsul 250 mg, Kotak, berisi 10 strip @ 10 kapsul.
    Mefinal kaplet / tablet, Kotak, berisi 10 strip @ 10 kaplet.
    KETERANGAN
    HARUS DENGAN RESEP DOKTER.
    Simpan pada suhu kamar.
    Diproduksi oleh : PT. SANBE FARMA


    Jika berminat klik di sini

    Tramadol - informasi obat

    |

    TRAMADOL
    Rating: ♥♥♥♥. Direkomendasikan oleh 13 pembaca. Beri rekomendasi: 


    dechaPRATAMA
    health care
    Jl. Margasatwa Raya No. 6B, RT/RW 004/03, Cilandak, Jakarta Selatan 12450
    021 917 929 22
    TRAMADOL
    Indikasi:
    TRAMADOL diindikasikan untuk mengobati dan mencegah nyeri yang sedang hingga berat, seperti tersebut di bawah ini:
    - Nyeri akut dan kronik yang berat.
    - Nyeri pasca bedah.

    Kontra Indikasi:
    - Keracunan akut oleh alkohol, hipnotik, analgesik atau obat-obat yang mempengaruhi SSP lainnya.
    - Penderita yang mendapat pengobatan penghambat monoamin oksidase (MAO).
    - Penderita yang hipersensitif terhadap TRAMADOL.

    Komposisi:
    Tiap kapsul mengandung:
    Tramadol Hidroklorida.....................................50 mg

    Cara Kerja Obat:
    TRAMADOL adalah analgesik kuat yang bekerja pada reseptor opiat.
    TRAMADOL mengikat secara stereospsifik pada reseptor di sistem saraf pusat sehingga menghentikan sensasi nyeri dan respon terhadap nyeri. Di samping itu TRAMADOL menghambat pelepasan neutrotransmiter dari saraf aferen yang bersifat sensitif terhadap rangsang, akibatnya impuls nyeri terhambat.

    Efek Samping:
    - Sama seperti umumnya analgesik yang bekerja secara sentral, efek samping yang dapat terjadi: mual, muntah, dispepsia, obstipasi, lelah, sedasi, pusing, pruritus, berkeringat, kulit kemerahan, mulut kering dan sakit kepala.
    - Meskipun TRAMADOL berinteraksi dengan reseptor apiat sampai sekarang terbukti insidens ketergantungan setelah penggunaan TRAMADOL, ringan.

    Perhatian:
    - Hati-hati bila digunakan pada penderita dengan trauma kepala, peningkatan tekanan intrakranial, gangguan fungsi ginjal dan hati yang berat atau hipersekresi bronkus; karena dapat meningkatkan resiko kejang atau syok.
    - Dapat terjadi penurunan fungsi paru apabila penggunaan TRAMADOL dikombinasi dengan obat-obat depresi SSP lainnya atau bila melebihi dosis yang dianjurkan.
    - TRAMADOL tidak boleh digunakan pada penderita ketergantungan obat. Meskipun termasuk agonis opiat, TRAMADOL tidak dapat menekan gejala putus obat, akibat pemberian morfin.
    - TRAMADOL sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil, kecuali benar-benar diperlukan.
    - 0,1% TRAMADOL diekskresikan melalui ASI (Air Susu Ibu).
    - TRAMADOL dapat mengurangi kecepatan reaksi penderita, seperti kemampuan mengemudikan kendaraan ataupun mengoperasikan mesin.
    - Lama pengobatan
    Pada pengobatan jangka panjang, kemungkinan terjadi ketergantungan, oleh karena itu dokter harus menetapkan lamanya pengobatan. Tidak boleh diberikan lebih lama daripada yang diperlukan.

    Interaksi Obat:
    - Penggunaan TRAMADOL bersama dengan obat-obat yang bekerja pada SSP (seperti: tranquillizer, hipnotik), dapat meningkatkan efek sedasinya.
    - Penggunaan TRAMADOL bersama dengan tranquillizer juga dapat meningkatkan efek analgesiknya.

    Dosis:
    Seperti halnya obat-obat analgesik, dosis harus diatur sesuai dengan beratnya rasa sakit dan respon klinis dari penderita.
    Dosis untuk dewasa dan anak berumur di atas 14 tahun:
    Dosis tunggal: 1 kapsul.
    Dosis perhari: hingga 8 kapsul.
    Apabila sakit masih terasa, dapat ditambahkan dosis tunggal kedua 1 kapsul TRAMADOL lagi, setalah selang waktu 30 - 60 menit.
    Pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal dan hati, perlu dilakukan penyesuaian dosis.

    Kemasan:
    Dus isi 5 strip @ 10 kapsul.

    Penyimpanan:
    Simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya.

    HARUS DENGAN RESEP DOKTER

    Jenis: Kapsul

    Produsen: PT Sanbe Farma



    Jika berminat klik di sini

    Asam Mefenamat

    |

    Acid mefenamic

    dumin syrup

    Senin, 28 November 2011 |

    Dumin Syrup 60ml
    Rating: -. Belum ada pembaca yang merekomendasikan. Beri rekomendasi:
    dechaPRATAMA
    health care

    Jl. Margasatwa Raya No. 6B, RT/RW 004/03, Cilandak, Jakarta Selatan 12450
    021 917 929 22


    Dumin Syrup 60ml
    Indikasi:
    Meringankan rasa sakit pada keadaan sakit kepala,sakit gigi,dan menurunkan demam.

    Kontra Indikasi:
    - Penderita dengan gangguan funsi hati yang berat.
    - Penderita hipersensitif terhadap obat ini.

    Komposisi:
    Dumin sirup : Setiap 5 ml sirup mengandung 120 mg Parasetamol

    Uraian:
    Parasetamol merupakan obat yang memiliki khasiat meredakan sakit/nyeri dan menurunkan suhu demam. Parasetamol dimetabolisir oleh hati dan dikeluarkan melalui ginjal. Parasetamol tidak merangsang selaput lendir lambung atau menimbulkan perdarahan pada saluran cerna. Diduga mekanisme kerjanya adalah menghambat pembentukan prostaglandin.

    Cara Kerja Obat:
    Analgesik - antipiretik
    - Sebagai analgesik, bekerja dengan meningkatkan ambang rangsang rasa sakit.
    - Sebagai antipiretik, diduga bekerja langsung pada pusat pengatur panas di hipotalamus.

    Posologi:
    0 - 1 tahun: 1/2 sendok takar (2.5 ml) 3 - 4 kali sehari.
    1 - 2 tahun: 1 sendok takar (5 ml) 3 - 4 kali sehari.
    2 - 6 tahun: 1 - 2 sendok takar (5 - 10 ml) 3 - 4 kali sehari.
    6 - 9 tahun: 2 - 3 sendok takar (10 - 15 ml) 3 - 4 kali sehari.
    9 - 12 tahun: 3 - 4 sendok takar (15 - 20 ml) 3 - 4 kali sehari.
    Atau seseuai petunjuk dokter.

    Efek Samping:
    - Penggunaan jangka lama dan dosis besar dapat menyebabkan kerusakan hati.
    - Reaksi hipersensitivitas.

    Perhatian:
    - Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita penyakit ginjal.
    - Bila setelah 2 hari demam tidak menurun atau setelah 5 hari nyeri tidak menghilang, segera hubungi Unit Pelayanan Kesehatan.
    - Penggunaan obat ini pada penderita yang mengkonsumsi alkohol, dapat meningkatkan resiko kerusakan fungsi hati.

    Penyimpanan:
    Simpan pada suhu 15°C - 30º C,terhindar dari cahaya.
    Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

    Jenis: Fls

    Produsen: PT Alpharma



    Jika berminat klik di sini

    Paracetamol - DechaCare.com

    |

    Paracetamol
    Rating: ♥♥♥♥. Direkomendasikan oleh 6 pembaca. Beri rekomendasi:
    dechaPRATAMA
    health care

    Jl. Margasatwa Raya No. 6B, RT/RW 004/03, Cilandak, Jakarta Selatan 12450
    021 917 929 22


    Paracetamol
    Indikasi:
    Sebagai antipiretik/analgesik, termasuk bagi pasien yang tidak tahan asetosal.
    Sebagai analgesik, misalnya untuk mengurangi rasa nyeri pada sakit kepala, sakit gigi, sakit waktu haid dan sakit pada otot.menurunkan demam pada influenza dan setelah vaksinasi.

    Kontra Indikasi:
    Hipersensitif terhadap parasetamol dan defisiensi glokose-6-fosfat dehidroganase.tidak boleh digunakan pada penderita dengan gangguan fungsi hati.

    Deskripsi:
    Paracetamol adalah derivat p-aminofenol yang mempunyai sifat antipiretik/analgesik
    Sifat antipiretik disebabkan oleh gugus aminobenzen dan mekanismenya diduga berdasarkan efek sentral.
    Sifat analgesik parasetamol dapat menghilangkan rasa nyeri ringan sampai sedang.
    Sifat antiinflamasinya sangat lemah sehingga sehingga tindak digunakan sebagai antirematik.

    Jenis: Tablet

    Produsen: PT Indofarma



    Jika berminat klik di sini

    paracetamol

    |

    Paracetamol INN (play /ˌpærəˈstəmɒl/ or /ˌpærəˈsɛtəmɒl/), or acetaminophen USAN Listeni/əˌstəˈmɪnəfɨn/, is a widely used over-the-counter analgesic (pain reliever) and antipyretic (fever reducer). It is commonly used for the relief of headaches and other minor aches and pains and is a major ingredient in numerous cold and flu remedies. In combination with opioid analgesics, paracetamol can also be used in the management of more severe pain such as post surgical pain and providing palliative care in advanced cancer patients.[4] The onset of analgesia is approximately 11 minutes after oral administration of paracetamol,[5] and its half-life is 1–4 hours.
    While generally safe for use at recommended doses (1,000 mg per single dose and up to 3,000 mg per day for adults),[6] acute overdoses of paracetamol can cause potentially fatal liver damage and, in rare individuals, a normal dose can do the same; the risk is heightened by alcohol consumption. Paracetamol toxicity is the foremost cause of acute liver failure in the Western world, and accounts for most drug overdoses in the United States, the United Kingdom, Australia and New Zealand.[7][8][9][10]
    It is the active metabolite of phenacetin, once popular as an analgesic and antipyretic in its own right, but unlike phenacetin and its combinations, paracetamol is not considered carcinogenic at therapeutic doses.[11] The words acetaminophen (used in the United States, Canada, Japan, South Korea, Hong Kong, and Iran[12]) and paracetamol (used elsewhere) both come from a chemical name for the compound: para-acetylaminophenol and para-acetylaminophenol. In some contexts, it is simply abbreviated as APAP, for acetyl-para-aminophenol.

    Jika berminat klik di sini